Kembali ke Wawasan | Panduan HKI

Hak Cipta vs. Merek Dagang: Mana yang Bisnis Anda Butuhkan?

Yudi Tukiaty

Yudi Tukiaty B.Sc. M Arts, S.H.

Penasihat Strategis – HKI

Agus Irwan

Agus Irwan, S.H.

Konsultan Hukum

18 Agustus 2025
4 Menit Baca
Hukum dan Keadilan
Bagikan:

Ini adalah pertanyaan yang kami terima hampir setiap minggu. Seorang pengusaha baru atau kreator konten datang dengan pertanyaan sederhana: "Saya ingin melindungi bisnis saya, saya perlu hak cipta atau merek dagang?" Jawabannya tidak selalu "salah satu" — tapi untuk tahu mana yang Anda butuhkan, Anda perlu pahami apa yang dilindungi oleh masing-masing.

Hak Cipta: Melindungi Karya yang Anda Ciptakan

Hak cipta (copyright) melindungi ekspresi kreatif yang Anda hasilkan: tulisan, desain grafis, foto, musik, kode software, video, dan karya seni dalam bentuk apapun. Di Indonesia, hak cipta diatur oleh UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Yang membuat hak cipta berbeda dari hak HKI lainnya adalah: hak cipta lahir secara otomatis begitu karya selesai dibuat dan diwujudkan dalam bentuk nyata. Anda tidak perlu mendaftarkannya untuk mendapat perlindungan hukum. Namun, pendaftaran ke DJKI sangat disarankan karena memberikan bukti hukum yang kuat jika terjadi sengketa.

Hak Cipta melindungi:

Logo sebagai karya seni (desain visualnya) • Konten website, artikel, dan copy pemasaran • Foto produk dan video promosi • Musik latar dan jingle iklan • Kode sumber software dan aplikasi • Desain kemasan sebagai karya grafis

Merek Dagang: Melindungi Identitas Bisnis Anda

Merek dagang (trademark) melindungi tanda pembeda yang Anda gunakan untuk mengidentifikasi bisnis, produk, atau layanan Anda di pasar: nama merek, logo, slogan, bahkan bentuk kemasan yang khas. Di Indonesia, merek diatur oleh UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Berbeda dengan hak cipta, merek dagang TIDAK lahir otomatis. Anda harus mendaftarkannya secara aktif ke DJKI, membayar biaya pendaftaran, dan melalui proses pemeriksaan. Perlindungan merek berlaku 10 tahun dan bisa diperpanjang tanpa batas.

Merek Dagang melindungi:

Nama brand dan nama produk • Logo sebagai identitas komersial • Slogan dan tagline yang digunakan dalam perdagangan • Bentuk kemasan yang memiliki ciri khas • Nama domain yang menjadi identitas bisnis

"Logo Anda bisa dilindungi dua kali: sebagai karya seni oleh hak cipta, dan sebagai identitas merek oleh merek dagang. Keduanya memberikan perlindungan yang berbeda dan saling melengkapi."

Jadi, Anda Butuh yang Mana?

Jawabannya tergantung pada apa yang ingin Anda lindungi dan dari ancaman apa:

Untuk sebagian besar bisnis yang sedang tumbuh, prioritas utama adalah mendaftarkan merek dagang terlebih dahulu. Ini karena ancaman terbesar biasanya bukan orang yang menyalin konten Anda kata per kata, melainkan pesaing yang menggunakan nama atau visual yang mirip untuk membingungkan konsumen Anda.

Masih bingung? Hubungi tim kami untuk konsultasi gratis 30 menit. Kami akan bantu Anda menentukan strategi perlindungan HKI yang tepat untuk tahap bisnis Anda saat ini.

Panduan HKI Hak Cipta Merek Dagang DJKI

Tetap Terinformasi.
Tetap Terlindungi.

Dapatkan pembaruan singkat seputar hukum HKI dan bisnis Indonesia langsung ke kotak masuk Anda setiap bulan.